Menyebut nama Allah saat menutup pintu dan dalam pekerjaan sehari-hari berarti memulai pekerjaan dengan bismillah.
Nabi (SAW) menganjurkan menutup pintu sambil menyebut nama Allah, dan menyatakan bahwa setan tidak dapat membuka pintu yang ditutup demikian. Menurut riwayat Aisyah, beliau menggunakan tangan kanannya untuk bersuci dan makan, serta tangan kirinya untuk ke jamban dan pekerjaan tidak bersih lainnya. Diriwayatkan bahwa ketika keluar rumah beliau berdoa, "Bismillah, tawakkaltu 'alallah" (Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah). Bismillah bukan hanya untuk makanan; ia adalah ungkapan niat dan kesadaran yang bisa diletakkan di setiap momen hari.
Apa sumber hadis sunnah ini?
Sunnah ini didasarkan pada hadis berikut. Rujukan menunjukkan kitab, bab, dan nomor tempat hadis tersebut tercantum.
- D3731 Ebû Dâvûd, Eşribe, 22.
- D33 Ebû Dâvûd, Tahâret, 18.
- T3427 Tirmizî, Deavât, 35.
Sunnah lain dalam kategori Adab Sehari-hari
Dalam bentuk tabel beserta rujukannya: Sunnah Adab Sehari-hari.
- Alhamdulillah saat Bersin: Mengucap "Alhamdulillah" saat bersin adalah zikir singkat yang diajarkan Nabi (SAW).
- Senyum Adalah Sedekah: Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah. Tawa Nabi pun hanyalah senyuman.
- Hormat pada yang Tua, Sayang pada yang Muda: Menyayangi yang muda dan menghormati hak yang tua adalah nasihat Nabi.
- Menyingkirkan Gangguan dari Jalan: Menyingkirkan sesuatu yang membahayakan dari jalan adalah sedekah.
- Menyambut Undangan: Mendatangi tempat yang mengundang Anda adalah sunnah yang menyenangkan hati orang yang mengundang.
- Berpaling dengan Seluruh Badan: Ketika berpaling kepada seseorang, memalingkan seluruh badan bukan hanya kepala menunjukkan perhatian penuh kepadanya.
- Meminta Izin Sebelum Masuk: Memberi salam dan meminta izin sebelum masuk pintu adalah pelajaran adab yang indah.
- Menahan Menguap: Bila menguap saat salat, menahannya semampu mungkin adalah nasihat Nabi.
- Mencukupkan Diri Sendiri: Memenuhi kebutuhan sendiri tanpa meminta apa pun kepada orang lain adalah menjaga kehormatan diri.
- Berjalan dengan Tujuan: Berjalan dengan langkah cepat dan mantap, sedikit membungkuk ke depan, adalah cara berjalan Nabi.
- Lari dan Olahraga: Dalam sebuah perjalanan, Nabi berlomba lari dengan istrinya, Aisyah.
- Tidak Menilai dari Penampilan: Allah tidak melihat rupa dan harta, melainkan hati dan amal. Jangan menilai siapa pun dari penampilannya.