Membersihkan dan memakan suapan yang jatuh berarti tidak meremehkan nikmat.
Nabi (SAW) memungut suapan yang jatuh, membersihkannya, dan memakannya; beliau tidak membiarkannya di tanah, seraya bersabda agar tidak meninggalkannya untuk setan. Perilaku ini mengajarkan bahwa nikmat sekecil apa pun berharga dan pemborosan tidak layak bagi seorang muslim.
Apa sumber hadis sunnah ini?
Sunnah ini didasarkan pada hadis berikut. Rujukan menunjukkan kitab, bab, dan nomor tempat hadis tersebut tercantum.
- M5306 Müslim, Eşribe, 136
Sunnah lain dalam kategori Makan & Minum
Dalam bentuk tabel beserta rujukannya: Sunnah Makan & Minum.
- Memulai dengan Bismillah: Memulai setiap makan dengan bismillah adalah sunnah yang utama.
- Makan dengan Tangan Kanan: Menggunakan tangan kanan saat makan dan minum adalah sunnah.
- Minum sambil Duduk: Minum air dan minuman sambil duduk adalah sunnah Nabi.
- Makan Secukupnya: Menyisakan sepertiga perut untuk makanan dan sepertiga untuk air adalah bagian dari sunnah.
- Memuji Allah Setelah Makan: Memuji Allah setelah makan atau minum adalah syukur atas nikmat.
- Berbagi Makanan: Duduk bersama di meja makan dan berbagi menambah keberkahan.
- Tidak Mencela Makanan: Tidak mencela makanan adalah tanda hormat pada nikmat Allah.
- Mencuci Tangan: Mencuci tangan setelah makan adalah sunnah kebersihan di meja makan.
- Makan dari Bagian Terdekat: Makan dari sisi piring yang terdekat adalah sunnah adab meja makan.
- Makan sambil Duduk di Lantai: Makan sambil duduk di lantai dan tidak makan-minum berdiri adalah kerendahan hati dalam sunnah.
Aplikasi Sunnah & Hadis mengingatkan sunnah ini dan lainnya lewat pengingat singkat yang tersebar sepanjang hari. Gratis untuk iPhone, tanpa iklan: unduh di App Store.