Menjauhi dusta meski bercanda membangun kepercayaan.
Nabi (SAW) menyatakan bahwa beliau hanya berkata benar bahkan saat bergurau. Beliau memperingatkan orang yang berdusta untuk membuat orang tertawa, dan mengajarkan bahwa menjanjikan sesuatu kepada anak kecil yang tidak akan diberikan juga dianggap dusta. Kejujuran adalah prinsip yang harus dijaga bukan hanya dalam hal serius, tetapi juga dalam obrolan sehari-hari.
Apa sumber hadis sunnah ini?
Sunnah ini didasarkan pada hadis berikut. Rujukan menunjukkan kitab, bab, dan nomor tempat hadis tersebut tercantum.
- T1990 Tirmizî, Birr, 57
- D4991 Ebû Dâvûd, Edeb, 80
- D4990 Ebû Dâvûd, Edeb, 80
Sunnah lain dalam kategori Adab Bicara
Dalam bentuk tabel beserta rujukannya: Sunnah Adab Bicara.
- Berkata Baik atau Diam: Menjauhi ucapan sia-sia dan menyakitkan adalah penggunaan lisan yang paling berharga.
- Menjauhi Gibah: Membicarakan seseorang di belakangnya adalah menyakitinya. Nabi sangat melarang gibah.
- Tidak Memotong Pembicaraan: Mendengarkan seseorang tanpa memotong pembicaraannya adalah bentuk nyata dari rasa hormat.
- Menegur dengan Lembut: Kelembutan membuat pekerjaan menjadi indah; Nabi menganjurkan hal ini.
- Menguasai Diri saat Marah: Menguasai diri saat marah adalah jalan terpendek terhindar dari kata-kata yang disesali.
- Mengawali Ucapan dengan Nama Allah: Mengawali perkataan penting dengan mengingat Allah memberkahi kata-kata itu.
Aplikasi Sunnah & Hadis mengingatkan sunnah ini dan lainnya lewat pengingat singkat yang tersebar sepanjang hari. Gratis untuk iPhone, tanpa iklan: unduh di App Store.