Menguasai diri saat marah adalah jalan terpendek terhindar dari kata-kata yang disesali.
Nabi (SAW) bersabda bahwa orang yang kuat sesungguhnya bukanlah yang mengalahkan lawannya, melainkan yang mampu menguasai diri saat marah. Marah adalah perasaan yang berlalu, tetapi kata-kata yang terucap saat marah bisa meninggalkan bekas yang lama.
Apa sumber hadis sunnah ini?
Sunnah ini didasarkan pada hadis berikut. Rujukan menunjukkan kitab, bab, dan nomor tempat hadis tersebut tercantum.
- B6114 Buhârî, Edeb, 76
Sunnah lain dalam kategori Adab Bicara
Dalam bentuk tabel beserta rujukannya: Sunnah Adab Bicara.
- Berkata Baik atau Diam: Menjauhi ucapan sia-sia dan menyakitkan adalah penggunaan lisan yang paling berharga.
- Tidak Berdusta: Menjauhi dusta meski bercanda membangun kepercayaan.
- Menjauhi Gibah: Membicarakan seseorang di belakangnya adalah menyakitinya. Nabi sangat melarang gibah.
- Tidak Memotong Pembicaraan: Mendengarkan seseorang tanpa memotong pembicaraannya adalah bentuk nyata dari rasa hormat.
- Menegur dengan Lembut: Kelembutan membuat pekerjaan menjadi indah; Nabi menganjurkan hal ini.
- Mengawali Ucapan dengan Nama Allah: Mengawali perkataan penting dengan mengingat Allah memberkahi kata-kata itu.
Aplikasi Sunnah & Hadis mengingatkan sunnah ini dan lainnya lewat pengingat singkat yang tersebar sepanjang hari. Gratis untuk iPhone, tanpa iklan: unduh di App Store.